Senin, 10 Oktober 2016

pilih dekat di hati atau dekat di mata ?

bagiku menepatkan keduanya itu perlu meski tak mudah namun penting untuk dilakukan. ketika banyak orang yang meneguhkan untuk menjadi dekat di hati dan mengabaikan dekat dimata bagiku menjaga keduanya adalah jalan keluar yang terbaik. mengertilah tak selamanya yang dekat dihati mengerti dengan baik bagaimana keadaan dan situasimu. mungkin dekat dihati bisa diandalkan karena dia mengerti bagaimana suasana hatimu dengan baik. di sisi lain dekat dihati memiliki kekurangan yaitu ia hanya mengerti perasaan dan suasana hatimu tak mengerti medan situasi yang kini harus kamu hadapi. berbeda dengan yang dekat dimata. yang dekat dimata bisa dipastikan bisa mengerti situasimu meski kadang tidak sedekat yang di hati. yang dekat di mata dapat mengerti medan situasimu tanpa perlu menjelaskan secara terperinci. kekurangannya adalah yang dekat dimata biasanya hanya bersimpati dan empati dan kurang mengerti bagaimana kemauan hatimu.
memang sulit menepatkan orang untuk dekat dihati dan dekat dimata sekalipun telah ada ikatan. dari sini keteguhan hati yang di uji. menepatkan orang yang dekat menjadi dekat di hati dan menjadikan yang jauh di mata selalu dekat di hati. diantara keduanya,,, bagiku yang terpenting adalah dekat dimata. bagiku orang yang selalu ada dalam segala situasi adalah orang yang dekat di mata yang dekat di hati hanya merasakan saja tanpa menghadapi bersama.

Senin, 29 Agustus 2016

tudingan tanpa alasan

    siang itu di aula perkumpulan
"ciiie selamat ya yang ketua himpunan mahasiswa" ucap temenku dengan ekspresi menyindir.
sahut aku dengan penuh kepercayaan diri "hahahah iya donk makasih, makanya dukung aku coblos aku ya dipemilihan" kirain bercanda ternyata arah dan tujuan pembicaraan berbeda.
hening....aku dan lawan bicaraku saling tatap menatap. beberapa detik kemudian........
lawan bicaraku pun angkat bicara "masa kamu gak tau ?"
dengan penuh kepercayaan diri mengadahkan wajah ke cermin kecil dan aku jawab " hahhahaahh tau apa , HM kan ?" perdebatan gak jelas dimulai dan ini bener" gak nyambung.
"ih pura pura bodoh !!! masa beneran gak tau ?"
dalam hatiku nih orang mendoakan, menuduh atau gimana ? bener" gak paham...
dengan muka tanpa dosa aku jawab "emang apa ?" (aku majang muka yang bener" bodoh)
lawan bicaraku semakin menelisik dalam mengajukan pertanyaan "beneran deh !!! kamu nih sok gak tau".
waduuh makin gak paham aku arah bicaranya . dengan muka tanpa dosa dan bener" gak tau apa apa aku jawab " eh emang gak tau..kirain mau mempromosikan aku jadi ketua HM ".
dan akhirnya beberapa saat kemudian aku menemukan bahwa sebenernya "MEMANG AKU GAK PERNAH TAU APA-APA". dan sejujurnya BUAT APA AKU TAU ...sekedar lelucon saat orang mengabarkan itu buat aku. bagiku "SIAPA DIA SIAPA SAYA ?".
setelah aku menemukan penyataan yang tepat, yang nyambung dan yang bener., aku menyembunyikan wajah dari hadapan lawan bicaraku dan aku tertawa "salah sasaran dia mengabarkan aku"...wkkwkwkwk
#ini aku ceritakan soalnya lucu aja. ternyata masih ada yang peduli ya meski ceritanya sudah lain. bahkan aku yang memiliki kisahnya saja sudah tak pernah peduli. hanya menjadi pendengar yang baik bagi" orang orang yang peduli#